Mengenai Saya

Total Tayangan Web

Document

Arsip Blog

Oleh Ari Aditya Septian. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 12 Desember 2012

Jagat Raya

Jagat raya adalah alam yang luas dan tak terhitung luasnya yang terdiri benda - benda langit di dalamnya.


Teori - teori tentang jagat raya :




1. Teori Big Bang (Ledakan Besar)

Jagat rayab berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar dengan berat jenis yang besar pula dan mengalami ledakan yang sangat dahsyat karena ada reaksi inti dari inti massa. Ketika terjadi ledakan besar, bagian-bagian dari masa tersebut berserakan dan terpental menjauhi pusat dari ledakan. Setelah miliaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental tersebut membentuk kelompok-kelompok yang dikenal sebagai galaksi-galaksi dalam tata surya.  Ledakan dahsyat ini terjadi 13.700 juta tahun yang lalu yang akibatnya membentuk bintang planet, debu kosmis, asteroid, meteor, energy, dan partikel lain. Teori ini didukung astronom dari Amerika Serikat oleh Edwin Hubble yang isi teorinya “Jagat raya ini tidak bersifat statis, semakin jauh jarak galaksi dari bumi, semakin cepat proses pengembangannya”. Dikuatkan lagi oleh Aro Pnezias dan Robert Wilson pada tahun 1965 telah mengukur tahap radiasi yang ada di angkasa raya. Penemuan ini disahkan pleh ahli sains menggunakan alat NASA bernama COBE spacecraft tahun 1989 – 1993. Kajian terkini darin laboratorium CERN (Conseil Eurepeen pour la Recherche Nucleaire) yang menguatkan lagi teori Big Bang. Semua ini mengesahkan bahwa pada masa dahulu langit dan bumi pernah bersatu sebelum akhirnya terpisah-pisah seperti sekarang.
Teori Big Bang dikembangkan oleh George Lemarie

2. Teori Dentuman (Teori Ledakan)

Ada suatu massa yang sangat besar yang terdapat di jagat raya dan mempunyai berat jenis yang sangat besar. Karena adanya reaksi inti massa tersebut akhirnya meledak dengan hebatnya. Masssa yang meledak kemudian berserakan dan mengembang dengan sangat cepat serta menjauhi pusat ledakan atau inti ledakan setelah berjuta – juta tahun massa yang berserakan membentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis relatif  lebih kecil dari massa semula. Kelompok – kelompok tersebut akhirnya enjadi galaksi yang bergerak menjauhi titik intinya.
Teori ini didukung oleh adanya kenyataan bahwa galaksi-galaksi tersebut selalu bergerak menjauhi intinya.

3, Teori Keadaan Tetap (Creatio Continua)

Dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Teori ini menyatakan bahwa saat diciptakan alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada atau dengan kata lain alam semesta tidak pernah bermula dan tidak pernah berakhir. Pada setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap. Partikel – pertikel tersebut kemudian mengembun menjaadi kabut – kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta. Partikel yang dilahirkan lebih besar dari yang lenyap. Sehingga mengakibatkan jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik batas kritis pada 10 milyar tahun lagi. Dalam waktu 10 milyar tahun akan dihasilkan kabut-kabut baru. Menurut teori ini 90% materi alam semesta adalah hidrogen dan hidrogenin. Kemudian akan terbentuk helium dan zat-zat lainnya.Dalam teori keadaan tetap harus menerim bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk menggantikan galaksi yang menjauhi.Dalam teori ini penambahan jumlah zat memerlukan waktu yang sangat lama, kira-kira seribu tahun untuk satu atom dalam satu volume ruang angkasa. 

3. Teori Keadaan Tetap


Dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Teori ini menyatakan bahwa saat diciptakan alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada atau dengan kata lain alam semesta tidak pernah bermula dan tidak pernah berakhir. Pada setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap. Partikel – pertikel tersebut kemudian mengembun menjaadi kabut – kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta. Partikel yang dilahirkan lebih besar dari yang lenyap. Sehingga mengakibatkan jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik batas kritis pada 10 milyar tahun lagi. Dalam waktu 10 milyar tahun akan dihasilkan kabut-kabut baru. Menurut teori ini 90% materi alam semesta adalah hidrogen dan hidrogenin. Kemudian akan terbentuk helium dan zat-zat lainnya.Dalam teori keadaan tetap harus menerim bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk menggantikan galaksi yang menjauhi.Dalam teori ini penambahan jumlah zat memerlukan waktu yang sangat lama, kira-kira seribu tahun untuk satu atom dalam satu volume ruang angkasa. 

4. Teori Creatio Continua

Teori ini mengatakan bahwa alam semesta ini akan selalu ada dan tak akan pernah berakhir dan tak pernah bermula

5. Teori Ekspansi dan Kontraksi

Teori ini dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan konstraksi. Menurut teori ini, jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan masa ekspansi atau mengembang yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen, pada tahap ini terbentuklah galaksi-galaksi.Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 milyar tahun, selanjutnya galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup, kemudian memampat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. Setelah tahap memampat maka tahap berikutnya adalah tahap mengembang dan kemudian memampat lagi.


 

Read More »
00.52 | 0 komentar